Likes: 0

Call Center : +112

 

“ Apakah hasil panen sawah kita musim ini, kurang, sama ataukah lebih baik, dibandingkan dengan musim yang lalu?”

 

“ Apakah hasil panen sawah kita musim ini, kurang, sama ataukah lebih baik, dibandingkan dengan tetangga sawah milik kita ?”

 

“ Apakah tanaman di sawah kita saat ini, kurang, sama ataukah lebih baik, dibandingkan dengan tanaman di sawah  tetangga kita ?”

 

“ Mengapa ?”

  

1. Pendahuluan

Memasuki abad 21 ini, gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi gaya hidup baru masyarakat dunia. Orang semakin menyadari bahwa penggunaan bahan-bahan kimia non-alami seperti pupuk dan pestisida kimia sintetis serta hormon tumbuh dalam produksi pertanin ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Gaya hidup demikian ini telah mengalami pelembagan secara internasional yang diwujudkan melalui regulasi perdagangan global yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus mempunyai kriteria / atribut aman dikonsumsi (food safety attributes), punya kandungan Nutrisi tinggi (nutritional attributes), dan ramah lingkungan (eco-labeling attributes).

Adanya preferensi konsumen inilah yang menyebabkan permintaan produk pertanian organik di seluruh dunia tumbuh 20% per tahun. Diperkirakan pada tahun 2020 pangsa pasar dunia produk pertanian organik akan mencapai US$ 100 miliar.

 2. Visi

Sebagai negara yang dianugerahi kekayaan dan keanekaragaman hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, maka Indonesia punya modal dasar yang luar biasa besarnya yang diperlukan untuk mengembangkan pertanian organik. Karena itu pada tingkat Nasional visi yang ingin dicapai dalam pengembangan pertanian organik adalah “ Mewujudkan Indonesia sebagai salah satu produsen pangan hasil pertanian organik terbesar di dunia pada tahun 2020 “

bila dikaitkan dengan tugas menyediakan makanan yang cukup, berkualitas serta berkelanjutan bagi masyarakat, maka pengembangan pertanian organik adalah salah satu pilihan yang tepat dalam menunjang ketahanan pangan lokal (local food security).

 3. Maksud pertanian organik

Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistic dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekositem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan yang cukup, berkualitas dan berkelanjutan. Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara antara lain:

  • Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dengan cara mekanis, biologis dan rotasi tanaman.
  • Menghidari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan pupuk kandang, dan bantuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.
  • Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

 4. Manfaat

Sejumlah keuntungan  yang dapat diperoleh dari pengembangan pertanian organik adalah:

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi, sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat dan sekaligus daya saing produk agribisnis.
  • Meningkatkan pendapatan petani.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
  • Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian, serta memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.
  • Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial pedesaan.

          Dengan demikian, pengembangan pertanian organik akan berujung pada peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

 5. Langkah-langkah yang harus ditempuh

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, kesehatan dan memperbaiki lingkungan, maka partisipasi aktif masyarakat, komponen-komponen yang yang ada dan peduli bekerjasama dengan Instansi terkait serta LSM-LSM harus melakukan langkah dan upaya nyata dilapangan antara lain:

  • Mengadakan demplot pertanian organik
  • Memasyarakatkan pertanian organik malalui penyuluhan-penyuluhan, pameran, loka karya, temu lapang dan sebagainya.
  • Mengadakan uji coba dan daur ulang limbah / sampah organik untuk diproses menjadi kompos / pupuk.
  • Menerbitkan bahan pulikasi melalui buklet, leaflet, brosur tentang informasi-informasi yang terkait dengan pertanian organik.
  • Melaksanakan beberapa percontohan tentang pertanian organik pada lahan dan kebun dinas maupun lahan milik masyarakat.

 6. Dampak positif

Pertanian organik sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik dari segi kesehatan, lingkungan maupun dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, antara lain,

  • Dari segi kesehatan

Bahan pangan dari pertanian organik tidak tercemar oleh pestisida sintetis maupun pupuk sintetis yang kemungkinan dikonsumsi / terserap melalui udara oleh masyarakat, yang apabila semakin banyak akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Ini juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan generasi muda. Dampak secara khusus bagi kesehatan adalah,

  1. Terhindar residu pestisida dan pupuk kimia
  2. Terhindar antibiotik berlebih
  3. Mencegah penyakit yang timbul sebagai dampak dari proses produksi ( Salmonela, Listeria, Campylo bacter dsb.)
  4. Terhindar dari makanan yang diradiasi dalam proses pengawetan.
  5. Peduli terhadap lingkungan alam.
  • Dari segi lingkungan hidup

Sampah-sampah organik sepeti dedaunan, sayuran dan sebagainya dapat diolah / diproses menjadi kompos untuk pupuk tanaman. Dengan upaya ini maka sampah yang selama ini kurang termanfaatkan akan lebih berguna. Untuk itu diperlukan penyuluhan dan kesadaran warga untuk mengelola sampah ini dari awal sampai diproses menjadi kompos

  • Dari segi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat

Dengan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, yang mempunyai nilai jual yang cukup baik, berarti akan menyerap tenaga kerja , terjadi proses jual beli. Dengan demikian dengan adanya langkah ini petani dapat mencukupi kebutuhan sendiri bahkan dapat dijual

 7. Hal-hal yang harus diperhatikan

Dalam bertanam secara organik, maka perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut,

  • Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual maupun mesin. Apabila tanah sudah dipupuk dengan pupuk sintetis pada musim-musim yang lalu, maka perlu pengolahan ulang, dibiarkan kena panas matahari untuk mengurangi sisa bahan kimia sintetis tersebut.

  • Pupuk tanaman

Gunakan pupuk tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik, seprti kompos, pupuk kandang, bokhasi dsb. Pemupukan dengan pupuk organik akan menjaga struktur dan kesuburan tanah serta memperbaiki mutu hasil yang baik untuk kesehatan.

  • Pestisida

Pestisida yang digunakan hendaknya berasal dari pestisida nabati, yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

  • Air

Air yang digunakan untuk sistem pengairan harus bersih dan jauh dari  pencemaran. Berasal dari sumur, mata air atau sungai yang belum tercemar dan bersih dari kandungan kimia.

 8. Langkah pengembangan secara Nasional

Sesuai dengan fungsinya, Pemerintah, sebagai fasilitator pembangunan, maka langkah-langkah yang bisa dan harus dilakukan untuk menuju pertanian organik adalah,

  1. Memasyarakatkan pertanian organik kepada konsumen, petani, pelaku pasar serta masyarakat luas.
  2. Memfasilitasi percepatan penguasaan, penerapan, pengembangan dan penyebar-luasan teknologi pertanian organik
  3. Memfasilitasi kerjasama terpadu antar masyarakat agribisnis untuk mengembangkan sentra-sentra pertumbuhan pertanian organik.
  4. Merumuskan kebijakan, norma, standar teknis, sitem dan prosedur yang kondusif untuk mengembangkan pertanian organik.

 9. Keunggulan produk pertanian organik

  1. Bebas residu bahan kimia ( Pestisida, pupuk, hormon, pakan aditif)
  2. Aman bagi kesehatan
  3. Mempunyai daya simpan relatif lebih lama, lebih tahan basi dan busuk
  4. Rasanya lebih enak
  5. Warna fisik lebih alami
  6. Harga relatif lebih tinggi

Pemdes Gondang
Creator
  • Categories: Berita Desa Kec. Mungkid
  • Created At: -